Whatsapp

Hai Kak, ada yang bisa kami bantu?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin 1 CV Nakomu
● online
Admin 2 CV Nakomu
● online
Admin 1 CV Nakomu
● online
Halo, perkenalkan saya Admin 1 CV Nakomu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Opini » Apologia Aktivis Kampret
click image to preview activate zoom

Apologia Aktivis Kampret

KodeNFR
Stok Pre Order
Kategori Opini
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Apologia Aktivis Kampret

Judul: Apologia Aktivis Kampret 

Penulis: Mokhamad Abdul Aziz

Tebal: halaman

Ukuran: 14.8cm x 21cm

 

Sinopsis:

Saya selalu senang ketika orang muda memilih menulis. Sebab menulis bukan hanya soal menyampaikan gagasan, tetapi juga meninggalkan jejak. Pramoedya Ananta Toer pernah mengingatkan bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pikiran boleh lahir dari satu zaman, tetapi tulisan membuatnya bisa melampaui zaman. Karena itu, saya mengapresiasi Mokhamad Abdul Aziz yang memilih merawat kegelisahan dan pengalaman aktivismenya melalui buku Apologia Aktivis Kampret. Buku ini lahir dari catatan-catatan yang terkumpul sejak bertahun-tahun, dari kegelisahan melihat dunia aktivisme yang dicintai, tetapi kadang justru menjauh dari cita-cita yang diperjuangkannya. Yang menarik, Aziz tidak menyampaikan kritiknya dengan bahasa yang berat. Ia memilih jalan satir, jenaka, dan kadang nakal. Laron, kampret, bunglon, belalang sembah, dan lebah dijadikan metafora untuk membaca berbagai watak yang tumbuh dalam dunia aktivisme. Ada yang mudah silau, merasa paling berjasa, pandai menyesuaikan warna, tampak mengayomi tetapi sesungguhnya menguasai, hingga mereka yang memilih bekerja dan memberi manfaat. Justru di situlah kekuatan buku ini. Ia tidak sibuk menggurui. Ia mengajak kita tertawa, lalu perlahan mengajak berkaca. Karena dalam perjalanan sebagai aktivis, mungkin kita pernah menjadi laron, pernah menjadi kampret, pernah menjadi bunglon, atau bahkan belalang sembah. Yang terpenting adalah kesediaan untuk terus memperbaiki diri. Saya terutama menyukai pilihan penulis menjadikan lebah sebagai bagian terakhir. Lebah menjadi gambaran tentang aktivis yang tidak berhenti pada kata-kata, tetapi bekerja, menghasilkan, dan memberi manfaat. Bagi saya, inilah arah yang penting bagi aktivisme hari ini: dari kegaduhan menuju karya, dari merasa paling berjasa menuju memberi manfaat, dari sibuk menilai orang lain menuju keberanian berkaca pada diri sendiri. Buku ini karena itu bukan sekadar kritik terhadap aktivis. Ia adalah ajakan untuk menjaga aktivisme agar tetap sehat, relevan, dan berguna. Kritik yang lahir dari kecintaan tentu berbeda dengan kritik yang hanya ingin merendahkan. Saya melihat buku ini berada pada jenis yang pertama. Selamat kepada Mokhamad Abdul Aziz. Teruslah menulis, teruslah berkarya. Sebab setiap generasi membutuhkan orang-orang yang mau mencatat zamannya, termasuk kegelisahan, kelucuan, kekeliruan, dan harapannya. Semoga Apologia Aktivis Kampret menjadi salah satu cermin bagi kita semua: untuk tertawa, berpikir, lalu memperbaiki diri.

Apologia Aktivis Kampret

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Rekomendasi

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: